Cara Pinjam Uang Di Bank Agar Disetujui

Diposting pada

Cara Pinjam Uang Di Bank Agar DisetujuiBanyak calon nasabah yang menanyakan cara pinjam uang di bank agar disetujui karena merasa dipersulit, bahkan tidak di setujui. Anda mungkin salah satunya? Mereka mengatakan Bank nya ribet, banyak persyaratan, harus dikasih uang tip dan sebagainya. Sebenarnya semua itu keliru, anda tidak dapat menyalahkan Bank begitu saja. Karena Bank juga ingin memiliki banyak nasabah dan meminimalisir resiko kredit macet.

Banyak faktor yang mempengaruhi pengajuan kredit anda ditolak. Oleh karena itu anda harus mengetahui beberapa indikator yang dapat menyebabkan kredit ditolak. Bank mempunyai 5 Prinsip dalam menyalurkan pinjaman.

  1. Character

Karakter adalah kepribadian anda. Inti dari prinsip Character ini ialah menilai anda, apakah bisa dipercaya dalam menjalani kerjasama dengan Bank atau tidak. Dari mana Bank mengetahuinya? Bank akan mendapatkan informasi ini dari data “BI checking” atau “cek BI” dan hasil wawancara.

BI checking  adalah informasi tentang riwayat pinjaman anda di Leasing atau Bank seluruh indonesia. Sekarang banyak perusahaan yang bekerjasama dengan lembaga keuangan seperti adira, sinarmas dll yang merupakan anak perusahan dari perbankan. Jadi anda jangan heran kalo pengajuan kredit ke Bank ditolak gara-gara tunggakan kredit panci di toko meubeul yang bekerjasama dengan leasing.

Kalo kredit panci saja yang murah anda nunggak, bagaimana dengan pinjaman yang lebih besar? Artinya character anda tidak dapat dipercaya. jadi……

” 1#. Jangan sepelekan masalah hutang atau kredit barang lainnya.”

“2#. Jika anda ditolak karna pembiayaan macet, jangan langsung melunasi seluruh hutang, tetapi lunasi tunggakannya saja, kemudian angsur dengan lancar seperti biasa sampai 3 bulan kemudian lunasi, agar riwayat pinjaman anda kembali lancar.”

“3#. Jangan pernah mengajukan kredit baru ke bank, jika anda punya pinjaman kurang dari 1 tahun.”

Kenapa harus 1 tahun? Karena selama 1 tahun, character pembayaran anda dapat terlihat, apakah sesuai jatuh tempo atau lewat tempo.

Misalnya anda punya usaha kelontongan, baru cair 20juta 3 bulan yang lalu di Bank A untuk modal usaha, kemudian anda mengajukan lagi 30 juta ke bank B. Dalam kondisi ini saya menyakini pihak bank akan menunda pengajuan anda atau menolak pengajuan kredit anda. Kenapa mas? Karena bank belum meyakini lancar atau tidaknya pinjaman 20jt. Karena selama 3 bulan itu bisa saja anda bayar angsuran dari pencairan 20jt yang sengaja disimpan.

Mas, Saya belum pernah punya pinjaman tapi tetap ditolak Bank bagaimana?

Belum punya riwayat pinjaman belum tentu pengajuan kredit disetujui bank. Jawabannya, mungkin ada sesuatu yang kurang logis dalam pengajuan kredit anda. Nanti Akan saya jelaskan lebih detil, baca sampai tuntas.

Cara kedua yang dilakukan Bank untuk mengetahui karakter anda adalah melalui wawancara. Ketika survey anda sering ngobrol kesana kemari mengenai latar belakang, kebiasaan hidup, pola hidup anda, dan lain-lain. Nah pada saat itulah bank akan mengetahui character anda.

“4#. Jadi tetap berikan jawaban yang real jangan mengada-ada.”

Petugas Bank tidak memiliki ilmu penerawangan untuk mengetahui kebohongan anda tetapi mereka mendapatkan indikasi adanya kebohongan (antara kata-kata dan realita tidak sama)

  1. Capacity

Prinsip ini adalah yang menilai kapasitas atau kemampuan anda dalam membayar kredit ke bank dan menilai kapasitas anda menjalankan keungan yang ada pada usaha anda. misalnya Apakah anda pernah mengalami sebuah permasalahan keuangan sebelumnya atau tidak.

Contoh paling mudah, ketika anda mengklaim memiliki usaha yang keuangannya dipegang oleh mertua, saudara atau tetangga, sedangkan anda tidak memiliki kesibukan yang berarti. Hal ini jelas akan menimbulkan pertanyaan, apakah benar usaha ini milik anda? Selain itu pihak bank akan meragukan kapasitas anda dalam mengelola usaha yang berdampak pada pengelolaan keuangan.

Contoh Kasus lainnya: Banyak diantara anda mengklaim penghasilan bersih per hari 1.000.000 dalam 1 bulan 30juta. Usaha sudah berjalan 5 tahun. Tetapi aset anda hanya kios seharga 50juta. tentu tidak seimbang, berarti ada yang salah dalam keuangan anda atau character anda. Bank akan meragukan anda.

“5#. Oleh karena itu, jangan pernah mengajukan kredit apabila usaha anda kurang dari 2 tahun.”

Kenapa 2 tahun? Karena 1 pertama adalah kondisi usaha anda belum stabil. Tahun ke dua anda mulai dapat menghitung tingkat rata-rata penghasilan bersih usahanya. sehingga usaha yang lebih dari 2 tahun berarti ada nilai keuntungan yang membuat anda bertahan.

“6#. Kalo anda ditanya tentang usaha, berikan penjelasan tentang Omset perhari, pendapatan bersih, total belanja perhari dengan mantap serta biaya operasionalnya berapa? Sehingga pihak bank akan meyakini bahwa benar usaha ini milik anda dan anda mengetahui kondisi usaha anda.”

  1. Capital

Nah banyak nasabah yang merasa belum pernah punya pinjaman, punya pinjaman angsurannya lancar, tetapi tetap ditolak, selain itu Anda dengan merasa bangga tidak punya masalah, terus marah-marah ke pihak  bank karena ditolak. Saya tegaskan, Masalahnya ada di capital.

Capital itu terkait akan kondisi aset dan kekayaan yang dimiliki, khususnya nasabah yang mempunyai sebuah usaha. Pihak Bank akan dengan mudah memverifikasi kemajuan usaha anda dengan melihat berapa besar kentungan yang anda peroleh tiap bulan, dibandingkan dengan aset yang anda miliki.

Contoh kasus pertama: Anda mengajukan pinjaman ke Bank Rp. 200juta anda mempunyai total modal usaha Rp. 50juta dan aset anda 100 juta.  Tetapi Anda juga punya pinjaman dibank lain 50 juta. Saya yakin pengajuan 200jt anda ditolak, karena modal usaha dan aset anda tidak seimbang dengan pengajuan.

Total modal dan Aset anda Rp. 150juta – Pinjaman bank lain Rp. 50juta = Rp 100juta (sisa aset anda) sedangkan pengajuan anda 200jta. Hal ini sangat beresiko tinggi bagi pihak bank. Dan jelas pengajuan anda akan di tolak. Banyak yang tidak menyadari hal ini.

“7#. Sesuaikan nominal pengajuan kredit dengan aset yang anda miliki.”

  1. Collateral

Prinsip ke-empat adalah collateral (agunan). Apakah aset yang anda agunkan ke pihak bank men-cover pengajuan? Apakah agunan anda memiliki dokumen yang legal dan sesuai prosedur yang diminta Bank? Banyak calon nasabah mengajukan kredit ke Bank tanpa mempertimbangkan nilai Agunan, karena mereka merasa Usahanya sedang Bagus dan merasa tidak akan mengalami pailit. Stop!!! Tidak ada yang menjamin usaha anda akan sukses selamanya.

Pihak Bank perlu memperhatikan Collateral, ketika anda tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam mengembalikan pinjaman dari pihak bank, sesuai dengan ketentuan yang ada, pihak bank bisa saja menyita aset yang telah dijanjikan sebelumnya sebagai sebuah jaminan.

“8#. Sesuaikan pengajuan kredit anda dengan Nilai Agunan anda.”

  1. Condition

Prinsip ini dipengaruhi oleh faktor di luar dari pihak bank maupun nasabah. Kondisi perekonomian suatu daerah atau Negara memang sangat berpengaruh kepada kedua belah pihak, di mana usaha yang dijalankan oleh nasabah sangat tergantung pada kondisi perekonomian baik mikro maupun makro, Untuk memperlacar kerjasama dari kedua belah pihak, maka penting untuk memperlancar komunikasi antara nasabah dengan bank.

Misalnya bank belum bisa memberikan pinjaman terkait kondisi politik di Negara yang kurang stabil imbasnya pada kebijakan pemerintah.

Demikian ulasan tentang cara pinjam uang di bank agar disetujui. Semoga menjadi motivasi dan lebih peduli pada kewajiban hutang anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.